Visi Madrasah
Jumat, 27 Feb 2026
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
19 Januari 2025

SATU TUBUH DUA JIWA

Ming, 19 Januari 2025 Dibaca 409x

( Kayla Gheka Wikara )

Pernahkah kalian berada di posisi gadis bernama Rosalina? Yang merasakan jika sahabat nya yang bernama Saki memiliki sikap yang hampir mirip dengan Raja, sahabat nya yang sudah meninggal?  Jika benar jiwa Raja ada pada tubuh Saki itu sangat di luar akal!

 

***

 

Pagi hari di kantin sekolah, Rosalina yang biasa di panggil Lina berjalan bersama Saki pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Saki dengan wajah tanpa ekspresi nya memandang kantin yang tampak begitu ramai,alis nya mengkerut ia bergumam,”Ramai sekali.” 

 

Lina yang mendengar gumaman Saki mengangguk,”Iya.” 

 

Saki memasang wajah bingung,Lina mendengar suara nya? 

 

“Kau mau makan apa?” Tanya Lina pada Saki.

 

“Hm…Roti dan soda saja.” Jawab Saki,lalu menoleh ke arah Lina yang berada di samping kanan nya,

“kau sendiri?” 

 

“Samakan saja,lagi pula tempat lain ramai sekali.” 

 

Setelah selesai membeli makan Lina dan Saki pergi ke atap sekolah untuk memakan Roti yang mereka beli tadi, melihat tidak ada tempat untuk mereka makan tadi di kantin akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke atap.

 

Kenapa tidak di kelas? Karena sekolah ini melarang murid nya makan di dalam kelas karena untuk menjaga kebersihan kelas tetap bersih dan aman. 

 

Saki memakan roti nya dengan nikmat,begitu pun dengan Lina. Tapi, Saki merasakan sesuatu yang aneh pada Lina hari ini, sejak pagi tadi Lina banyak diam dan sekarang ia melihat Lina memakan roti nya dengan lesu juga pandangan nya yang kosong.

 

Tangan kanan Saki melayang ia menepuk bahu Lina membuat gadis itu tersentak, “Kenapa?” Lina memasang wajah bingung nya sambil menatap Saki yang kini menatap nya serius. 

 

“Kau kenapa?” Tanya Saki,gadis dengan rambut panjang itu meletakan Roti di meja yang berada di hadapan mereka. Lina menggeleng,”tidak apa-apa.” Jawab Lina lalu kembali mengunyah Roti nya.

 

Saki memasang wajah curiga,”bohong sekali.” Cetus Saki,membuat Lina menarik nafas nya dan menatap Saki dengan senyum pakasaan, “Aku serius.” 

 

“Nyeh.” Saki meminum Soda nya,”Kau tidak pandai berbohong Lina, wajah mu itu mudah sekali di tebak. Jadi,apa yang kau pikirkan? Mimpi buruk lagi kah? Masalah? Atau kau menyakiti diri mu lagi?” 

 

Saki sudah cukup lama mengenal Lina karena mereka sudah 3 tahun bersama, entah kebetulan atau tidak saat kenaikan kelas mereka selalu satu kelas. Karena itu mereka menjadi dekat dan selama pertemanan itu mereka berjanji untuk membantu sesama ketika salah satu di antara mereka sedang terpuruk.

 

“Seriu—”

 

“Bohong!” Saki memotong ucapan Lina,ia memandang gadis itu serius dan curiga.

 

Lina menatap wajah Saki yang terlihat tidak ingin di bantah, Lina menarik nafas nya ia menunduk,”Aku…memimpikan Raja.” 

Wajah Saki yang semula nya serius berubah,”Raja? Sahabat mu saat Junior High School?”

 

Lina mengangguk,”Hm.”

 

Saki terdiam sejenak,ia sudah tau siapa Raja dalam hidup Lina sahabat nya, tetapi ia belum tahu seberapa dekat mereka hingga membuat Lina galau seharian. Karena sejauh ini Lina hanya bilang kalau Raja adalah teman nya. Itu saja, tapi rasa nya tidak wajar Lina bisa sampai menangis dan menjadi pendiam seharian hanya karena memimpikan teman nya yang sudah pergi meninggalkan Lina selama nya. 

 

“Apa yang kita lakukan sama seperti apa yang dia lakukan dulu.” Ujar Lina.

 

Saki yang sedang berfikir langsung menatap Lina,”Sama?” Bingung Saki, apa yang di maksud sama oleh Lina? Apakah sahabat nya itu merasakan Deja vu saat bersama nya?

“Maksud mu…semua yang kita lakukan selama tiga tahun ini sama apa yang kau lakukan bersama Raja? Wuah…tapi pasti ada yang berbeda.”

 

Lina tidak menjawab,tapi gadis itu menatap Saki. 

 

“Waktu itu aku pernah terkena kasus di sekolah ku, padahal bukan aku pelaku nya dan tiba tiba Raja datang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada guru akhirnya kasus itu selesai dan terbukti kalau bukan aku lah pelaku nya.” Saki terdiam mendengar cerita Lina tentang Raja, bisa ia bayangkan kalau Raja adalah pemuda baik, dari sini ia bisa simpulkan kalau Raja sangat melindungi Lina. 

 

“Aku pernah bilang kan? Dulu aku pernah melakukan itu saat Junior High School.” 

Saki mengerti apa yang di maksud Lina, gadis itu sebelum nya juga pernah melakukan self Harm. Bibir Saki tanpa sadar menipis mengingat itu, karena hal yang paling ia tidak sukai. 

 

Saki mengangguk,”Hm ya, Raja tahu?” 

 

Lina mengangguk,”Aku tidak tahu dia tahu dari mana,tapi kau tahu sendiri aku anak yang tidak bisa diam. Mungkin lengan baju ku tak sengaja tersikap dan dia mungkin dia melihat nya, kau tahu bagaimana cara dia bertanya pada ku?”

 

Saki menggeleng,”Mana ku tahu.” 

 

Lina menarik lengan kiri Saki membuat gadis itu terkejut,” “kau melakukan itu ya?” Raja bertanya sambil menatap ku dan tangan ku di tahan persis seperti ini,aku bingung apa yang dia maksud.” Lina melepaskan tangan Saki.

 

“Lalu,dia memperjelas pertanyaan nya dan aku hanya menunduk tak menjawab. Dia membawa ku ke UKS lalu mengobati ku sambil berkata, “Jangan begitu lagi ya cantik.” 

 

Saki menutup mulut nya memasang wajah terkejut,”Cantik?!” 

 

Lina mengerang gemas,ia malu,”Yah, aku malu saat itu karena untuk pertama kali nya aku di bilang cantik oleh laki laki.” 

Saki memasang wajah curiga,”Yakin?” 

Karena setahu Saki,Lina adalah gadis yang cukup populer di sekolah nya. Ia mendengar nya dari teman nya di kelas yang dulu satu sekolah dengan Lina saat masih junior high school

 

Lina tertawa garing,”tidak tahu,skip…setelah beberapa Minggu aku tidak melakukan nya dan suatu hari aku kelepasan dan Raja langsung tahu meski aku sudah menyembunyikan nya serapih mungkin.”

Wajah Saki beruba datar,”Kau tidak pandai menyembunyikan nya apalagi untuk orang yang sudah tahu seperti aku dan teman mu Raja, gerak gerik mu mudah terbaca.”

Lina tertawa garing,”Hehe, iyaa kah?” Tanya Lina dengan wajah tanpa dosa nya itu.

Saki tanya balik dengan wajah kesal,”Nanya?” 

Lina terkekeh,”Lanjut…jadi saat itu aku ada di kelas,Raja datang ke kelas ku mungkin saat itu dia memperhatikan ku yang sedang sibuk bermain game di ponsel,lalu tiba-tiba Raja menghampiri ku dan langsung menarik tangan ku…dia berkata “Kau lakukan itu lagi?” Aku terdiam dan berpikir bagaimana dia tahu?” 

 

Senyum tipis hadir di wajah Saki serta tatapan bangga juga prihatin, kenapa Lina melakukan ini? Seberapa berat hidup sahabat nya itu? Ia bersyukur masih bisa melihat gadis itu hingga saat ini.

 

“Lalu…Raja membawa ku kembali ke UKS sambil mengobati ku,dia menangis…posisi nya dia duduk di bangku sementara aku duduk di pinggir kasur, dia menangis sambil menunduk alhasil air mata nya—” nafas Lina tersedat, Saki menutup mata nya menahan air mata yang hampir jatuh.

 

“Air mata nya…jatuh mengenai paha ku.” 

Saki menutup mata nya dengan telapak tangan nya, ia mengalihkan pandangan nya yang buram karena air mata nya sendiri. Entah mengapa tiba-tiba ia merasakan perasaan sedih, khawatir,dan sesak secara bersamaan saat Lina menceritakan bagian itu. Ia berusaha menahan isakan nya yang hampir keluar dari mulut nya. Sementara Lina tersenyum ia rindu masa itu, lalu ia terkejut saat mendengar isakan kecil berasal dari Saki. 

 

Tangan nya langsung terulur menarik bahu gadis itu,”Saki?! Kau kenapa? Kau menangis?! Hei!” 

 

Saki enggan menolehkan wajah nya, ia malu. Wajah nya terus ia tutup dengan tangan, “Tidak…” Jawab nya, Lina tidak percaya jelas-jelas saat menjawab pertanyaan nya suara gadis itu berbeda. 

 

Saki terus berusaha mengontrol diri nya, tapi entah mengapa bayangan posisi Raja yang di ceritakan Lina terbayang di otak nya. Posisi yang sama, diri nya dan Raja.

Detik itu pula suara tangisan Saki terdengar,buat Lina panik dan segera menarik Saki ke dalam pelukan nya, “Hei jangan menangis!” Lina berkata seperti itu sambil tertawa, ia tidak menyangka kalau Saki akan menangis mendengar cerita nya.

 

“Hiks…” Suara isakan itu terdengar beberapa kali, Saki berusaha melepaskan pelukan Lina, akhirnya Lina melepaskan pelukan nya, ia menatap wajah Saki yang memerah dengan mata sembab. 

“Oh tidak, mata mu jadi sembab…sudah lah jangan menangis lagi.” Ujar Lina. Saki tertawa kecil ia menatap ke atas sambil menarik nafas, “Hah…aku tahu…aku merasakan perasaan Raja.” Saki kembali menangis, sesak dan sakit di hati nya membuat gadis cantik itu tak henti henti nya mengeluarkan air mata.

Lina kembali memeluk Saki,”Sudah,sudah…aku sudah janji tidak akan melakukan itu lagi.” 

Saki tidak menjawab, ia masih takut jika janji itu kembali di ingkari. 

Saki melepaskan pelukan nya,”Aku tahu bagaimana rasanya berada di posisi Raja, karena sekarang pun…aku ada di posisi diri nya. Rasa khawatir Raja sampai ke hati ku meski kau hanya menceritakan kejadian nya. Aku dan dia sama sama mengkhawatirkan mu.” 

Mata Lina berkaca-kaca, dia menangis detik itu juga,ia menutup wajah nya. Saki tersenyum ia berusaha untuk tidak menangis lagi.

“Aku akan sampai sesuatu, yang mungkin belum tersampaikan oleh Raja.” Ucap Saki,ia tersenyum tipis ketika tangisan Lina semakin kencang. 

“Mungkin…saat itu dia tidak mengatakan nya. Tapi yang jelas Raja sangat khawatir dengan mu, dia sangat sayang pada mu,bahkan selalu ada di samping mu. Pasti ada di suatu saat dia berdoa, kalau aku meninggalkan dia(Lina) aku mohon Tuhan, berikan dia sosok teman yang baik yang bisa mengantikan ku. Aku yakin dia pasti pernah mempunyai doa dan keinginan seperti itu. Dan maka dari itu, aku hadir sebagai teman mu, yang selalu khawatir dengan keadaan mu. Mungkin Doa Raja lah yang mendorong ku ingin berteman dekat dengan mu Lina.” 

 

“Kau bilang aku dan Raja mirip kan? Mungkin setengah jiwa dia ada di diri ku.” Canda Saki,Lina masih menangis, ia mengusap bahu Lina,”Lina…dengar ini, Aku dan Raja akan sampai sesuatu.”

 

“Kami, sangat menyayangi mu, khawatir dengan keadaan mu…jadi tolong dengarkan dan mengerti kenapa kami sangat melarang mu lakukan Self Harm. Kau tahu? Saat melihat luka itu hati kami terasa sangat sesak dan ikut tersayat.Bagaimana pun,kau adalah salah satu orang yang penting dalam kehidup ku dan Raja. Jadi,kami mohon berusaha lah untuk berhenti dan perbaiki diri mu. Masih ada yang khawatir dan sayang dengan mu.” Saki dengan gemas memaksa Lina untuk menunjukan wajah nya,”Wow…sembab sekali.” Ujar Saki polos, ia terkekeh tiba-tiba teringat sebuah kalimat Raja yang di ucapkan oleh Lina.

 

“Jangan begitu lagi ya cantik.” 

 

Lina langsung menatap Saki, ia mendorong gadis itu kencang hingga membuat Saki terjatuh dari bangku nya.Setelah itu Lina kembali menangis kencang, Saki panik ia terus membujuk Lina agar berhenti menangis.

 

Saki menggaruk kepala nya,”Aku salah lagi ya?” Gumam nya, Lina masih dengan posisi nya. Akhirnya Saki terdiam ia memilih membiarkan Lina menangis sepuas nya sampai gadis itu tenang dengan sendiri nya. Karena mungkin, selama ini Lina menahan nya.

 

Saki duduk di tempat semula, ia mengambil ponsel nya dan menelpon teman nya yang berada di kelas. Karena jam masuk sudah bunyi 2 menit yang lalu ia khawatir ada guru di kelas.

 

“Halo? Apa guru masuk?”

 

“Tidak…jamkos, kalian dimana?” Tanya Cahaya di seberang sana.

 

“Hmm….” Saki melirik Lina,”Aku dan Lina di atap…Lina sedang menangis.” 

 

Terdengar helaan nafas dari Cahaya,”Hah…dia kenapa lagi?”

 

“Dia…biasalah,ada masalah.” 

 

“Hmm begitu, kalau begitu semangat Lina! Saki! Jangan lama-lama takut jika ada guru yang datang ke tempat kalian.”

 

“Iyaa… terimakasih.”

 

“Sama-sama.”

 

Saat mematikan ponsel nya, Saki terkejut saat melihat ke samping Lina sudah menatap nya tajam,”Why?” Tanya Saki dengan wajah polos nya.

 

“Jangan begitu! Aku jadi mengingat nya lagi.” Sambil sesenggukan Lina berkata seperti itu dan Saki yang mendengar nya kebingungan,”Maksud nya?”

 

“Tadi…kau menirukan Raja.”

 

Saki terdiam berusaha mengingat apa yang ia katakan, “Cantik?” Hanya itu yang terlintas dan detik itu juga mulut nya di tampar oleh Lina, tidak kencang tapi itu membuat Saki syok. 

 

“M-maaf.” Saki meminta maaf sambil menyatukan kedua tangan nya.

 

“Jangan begitu lagi, nanti aku akan menangis lagi.”

 

Saki mengangguk, “iya iya…maaf,aku tidak akan mengulangi nya lagi,aku janji.” 

 

“Terimakasih.” Ujar Saki,membuat Lina bingung.

 

“Untuk?”

 

“Karena kau masih bertahan menjadi sahabat ku hingga detik ini.”

 

***

 

Beberapa hari kemudian,

Saki memakan donat nya di kelas sambil bersandar di kursi nya. Jam menunjukan pukul 13.00 di tengah jam kosong ini Saki mengambil kesempatan untuk makan di kelas nya karena magh nya yang kambuh dan kebetulan ia membawa donat pemberian bibi nya.

 

Lina tidur dengan wajah yang di tutupi oleh jaket,mereka tidak sebangku karena mereka duduk sendiri-sendiri. Lina berada di depan Saki posisi mereka sejajar.

 

“SAKI!” suara cepreng itu menggema di kelas nya, gadis yang sedang mengunyah itu menoleh menatap Cahaya yang barusan memanggil nya dengan suara toa nya itu,”Apa?” 

 

“Boleh hospot sebentar? Aku ingin menelpon ibu ku.”

 

Saki mengangguk,”silakan.” 

 

“Wuah! Terimakasih!”

 

“Hm.” Sambil mengangguk Saki menyalakan hospot milik nya. 

 

Lina terbangun, ia mengucek mata nya sambil menegakan tubuh nya dengan keadaan setengah sadar Lina mengambil ponsel nya,”baru jam 13.30?” Gumam nya, ia menoleh kebelakang menemukan Saki yang sedang mengunyah sambil melamun.

Ia mengebrak meja Saki pelan,”Melamun terus!” 

 

Saki tersentak,”Oh sudah bangun toh.” 

 

Skip, jam sudah menunjukan pukul 14.45 tidak ada guru yang masuk ke kelas mereka, beberapa murid di kelas ini sibuk dengan dunia mereka. Ada yang bergosip, tidur, bermain game dan lain lain.

 

Sementara Saki sibuk mencoret coret buku gambar nya dan Lina sibuk memainkan ponsel.

 

“Oiya…” 

 

Saki melirik Lina yang ada di hadapan nya,”huh?”

 

“Kemarin aku memimpikan Raja lagi.”

 

“Hah? Lalu?” 

 

Lina meletakan ponsel nya,”Di mimpi itu aku berada di sebuah taman bunga yang sangat indah…lalu tiba-tiba Raja datang dan menghampiri ku. Dia menanyakan kabar ku lalu setelah itu kita mengobrol tak lama kemudian dia bilang. “Teman mu sedang tidak baik-baik saja.” Aku bingung maksud nya? Saki? Dia mengangguk.”

 

Saki mengangguk, ia mengigit pipi dalam nya. Kenyataan memang kemarin ia sedang tidak baik-baik saja. Tapi, ia tidak akan mengatakan itu pada Lina.

 

“Lalu dia bilang, “tetap berteman baik dengan dia ya, karena di dalam diri nya ada setengah jiwa ku. Jadi kalau kalian di landa kesalahpahaman cepat cepat perbaiki dan saling meminta maaf.” Aku terheran-heran,bingung,sekaligus takjub. Aku bingung!” Frustasi Lina sambil mengacak rambut nya.

 

Saki tertawa, apa kah benar setengah jiwa nya adalah Raja?

Tapi entah mengapa firasat nya mengatakan jika itu benar, karena selama ini ia selalu merasakan perasaan tertentu dan terkadang ia seperti di kendalikan oleh sesuatu yang menggerakkan diri nya untuk melakukan suatu hal yang tidak di rencanakan diri nya.

 

Terkadang kesadaran nya seperti di ambil alih oleh suatu. Tapi,ia masih berpikir positif mungkin itu hanya faktor kelelahan. Tapi,firasat nya bilang tidak.

 

Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada diri nya? Benarkah setengah jiwa Raja ada pada diri nya?

 

***

 

Satu hari sebelum nya,

 

“Di dalam diri nya terdapat setengah jiwa ku.” 

 

Lina terkejut dan menatap Raja tak percaya,kini ia berada di bawah alam sadar nya. Yaps,Lina sadar diri nya sedang di alam mimpi.

 

“Jadi, jangan heran saat melihat diri nya kau seperti melihat diri ku.”

 

Lina terdiam, di dalam hati nya bergejolak perasaan sesak. Jadi,selama ini setengah jiwa Raja ada dalam tubuh sahabat nya? 

“Aku tahu kalian sangat dekat, pertahanan pertemanan kalian. Jika terjadi kesalahpahaman antara kalian berdua cepat selesaikan. Jangan sampai kalian menjadi musuh.” 

 

Lina mengangguk,Ia menatap Raja. Kenapa? Kenapa pemuda ini begitu baik kepada diri nya? Sampai-sampai meletakan setengah jiwa nya di dalam tubuh sahabat nya.

 

“Oh ya…satu lagi, kau tidak sendirian Lina. Aku akan selalu mendoakan mu dari atas dan teman mu itu akan selalu berada di sisi mu. Kami berdua selalu menyayangi mu.”

 

***

 

“Lina bangun!” 

 

Lina terkejut mendengar suara ibu nya,ia membuka mata nya dan menoleh ke arah jam dinding kamar nya. Gawat ia telat bangun!

 

Dengan cepat Lina langsung masuk ke dalam kamar mandi nya,ia berharap hari ini ia tidak terlalu telat masuk sekolah.

Di kamar mandi,

Lina menggosok gigi nya ia tanpa sadar melamun mengingat sesuatu,gerakan tangan nya terhenti ketika mengingat itu. Malam tadi ia bermimpi Raja kan? 

Dan selama di kamar mandi itu Lina berusah mengingat apa yang terjadi di mimpi itu,hingga akhrinya ia mengingat semua nya dan memutuskan untuk menceritakan nya pada Saki, Sahabat nya.

 

***

 

Saki meletakan ponsel nya, ia merebahkan diri nya di kasur empuk milik nya. Pikiran nya berkeliaran kemana-mana. 

Jadi, dugaan nya benar?

 

Gadis itu meletakan tangan nya di dada, agak nya mustahil jika setengah jiwa nya adalah jiwa Raja. Tapi…mana mungkin kan? 

 

Maksud dari setengah jiwa itu apa? Sikap nya kah yang hampir mirip dengan Raja sehingga di sebut setengah jiwa nya ada dalam diri nya atau yang lain? 

Menghela nafas Saki berusaha melupakan hal itu, yang penting untuk saat ini adalah ia harus mempertahankan pertemanan diri nya dengan Lina yang beberapa kali renggang karena kesalahpahaman. Ia juga akan berusaha untuk percaya kalau diri nya memiliki teman baik,Lina selalu menyakinkan diri nya. Membuat diri nya selalu termenung, bagaimanapun ia memiliki kenangan yang buruk dalam soal pertemanan dan ketika bertemu Lina, gadis itu terus menyakinkan diri nya. Jadi,kali ini ia ingin membalas kebaikan Lina pada diri nya. 

 

Dengan selalu membantu gadis itu jika butuh bantuan dari nya. Tapi, ada yang membuat Saki curiga. 

 

“Dia meninggal karena tabrak lari?” 

 

***

 

5 bulan kemudian…

 

Seorang gadis dengan helai rambut pendek menggenggam ponsel nya erat, mata nya memerah karena amarah. 

 

“Kurang ajar!”

 

Ponsel nya berdering menandakan pesan masuk.

 

0815xxxxxxxx :

Yah,benar! Aku obsesi pada nya.

 

Me: 

Aku sudah menduga nya dari awal

Kalau, kenyataan kau hanya memalsukan kematian mu demi menutupi kesalahan mu.

 

 

Saki membanting ponsel nya, “Lucid dream ya? Dasar bajingan!”

 

 

Apa yang terjadi pada Saki? Pikirlah sendiri oleh kalian.

Artikel ini memiliki

11 Komentar

Любишь азарт? ап икс официальный играть онлайн в популярные игры и режимы. Быстрый вход, удобная регистрация, стабильная работа платформы, понятный интерфейс и комфортные условия для игры в любое время на компьютере и мобильных устройствах.

Любишь азарт? ап икс казино играть онлайн легко и удобно. Быстрый доступ к аккаунту, понятная навигация, корректная работа на любых устройствах и комфортный формат для пользователей.

Играешь в казино? up-x Слоты, рулетка, покер и live-дилеры, простой интерфейс, стабильная работа сайта и возможность играть онлайн без сложных настроек.

Лучшее казино ап икс официальный играйте в слоты и live-казино без лишних сложностей. Простой вход, удобный интерфейс, стабильная платформа и широкий выбор игр для отдыха и развлечения.

Играешь в казино? ап х Слоты, рулетка, покер и live-дилеры, простой интерфейс, стабильная работа сайта и возможность играть онлайн без сложных настроек.

Spannendes Spielvergnugen Fancy Fruits Slot in Online-Casinos zieht viele Spieler an die Bildschirme, wahrend sie die verschiedenen Moglichkeiten erkunden, digitale Spielautomaten zu genie?en und dabei attraktive Gewinne zu erzielen. Die Kombination aus Unterhaltung und der Chance auf gro?e Auszahlungen macht das Spielerlebnis einzigartig und fesselnd.

Нужно казино? up x официальный современные игры, простой вход, понятный интерфейс и стабильная работа платформы. Играйте с компьютера и мобильных устройств в любое время без лишних сложностей.

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan ke WayneDow Batalkan balasan

Flag Counter