Visi Madrasah
Selasa, 20 Jan 2026
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
12 April 2025

7 Tips agar rumah tangga bahagia

Sab, 12 April 2025 Dibaca 435x

By Dedi Karsadi, S. Pd. I

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ سَمِعْتُ دُعَاءَكَ اللَّيْلَةَ، فَكَانَ الَّذِي وَصَلَ إِلَيَّ مِنْهُ أَنَّكَ تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي. قَالَ: فَهَلْ تَرَاهُنَّ تَرَكْنَ شَيْئًا. (رواه الترمذي)

Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Sesungguhnya ada seseorang berkata kepada Rasûlullâh ﷺ; Wahai Rasûlullâh, saya mendengar do’amu tadi malam, maka do’a yang sampai kepadaku adalah engkau mengucapkan: ‘Ya Allah, ampuni dosa saya, berilah saya rasa kelapangan di rumah saya sendiri, dan berkatilah rezeki saya.’ Kemudian Rasûlullâh ﷺ bersabda: ‘Apakah kamu melihat kalimat-kalimat do’a tersebut meninggalkan sesuatu?.” (HR. Imam At-Tirmidzi)

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

  1. Kelapangan di rumah itu bukan berarti rumah kita harus luas. Luasnya rumah tidak menjamin kebahagian dan ketentraman rumah tangga. Oleh karena itu, keluasan di sini bermakna ketentraman, istri shalihah atau suami shaleh, anak pun demikian.
  2. Walaupun rumah sempit, tetapi kalau hati kita tenang, rumah itu terasa begitu luas.
  3. Do’a dapat memperlancar usaha dan kerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tangga. Karena dengan do’a saja tak cukup untuk mencapai rumah tangga bahagia.
  4. Berikut beberapa usaha yang perlu dilakukan untuk mengawetkan rumah tangga bahagia, diantaranya:
    1) Pahami Kekurangan
    Pasangan baru harus lebih menerima kekurangan masing-masing. Misalnya, dalam pekerjaan posisi dan kedudukan belum mapan di usia ini bahu membahulah, dengan izin-Nya akan didapatkan rezeki dari jalan yang tidak terduga.
    2) Ciptakan Keteladanan
    Ayah dan Ibu menjadi patron dalam kehidupan keluarga. Kurangi kata-kata dan perintah, perbanyaklah tindakan dan contoh (keteladanan).
    3) Komunikasi Lancar
    Saat menghadapi masalah apapun, pasangan harus bisa menjadi solusi. Istri harus berperan sebagai air kehidupan, dan sebaliknya. Kuncinya, lakukan komunikasi positif secara intens dan terbuka.
    4) Berikan Nafkah Batin
    Nafkah batin merupakan kebutuhan dasar selain nafkah lahir. Saling memenuhi kebutuhan tersebut merupakan pilihan terbaik untuk merawat kelanggengan rumah tangga.
    5) Saling Menguatkan
    Pasangan adalah supporter utama dalam hidup. Tak perlu curhat kepada orang lain, tetapi cukup kepada pasangan sehingga saling menguatkan.
    6) Tujuan Pernikahan
    Ingat selalu tujuan bersama dari pernikahan Anda. Maka, hadapi segala masalah dan tantangan dalam hidup dengan pandangan yang positif. Dan, jangan lupakan konsekuensi atas apa yang telah disepakati bersama.
    7) Selalu Berdo’a
    Berdo’a dan memohon kepada Allah SWT. untuk keutuhan dan ketentraman rumah tangga sebagaimana hadits di atas:
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي.

    Artinya :
    ”Ya Allah, ampuni dosa saya, berilah saya rasa kelapangan di rumah saya sendiri, dan berkatilah rezeki saya.”

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

  1. Selain do’a tersebut di atas iringi juga dengan teks do’a sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an;

رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۞

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan (istri-istri) kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan/25: 74)

Mari sholat shubuh jamaah lanjut doakan ortu dan sesama muslim.

Mari sedekah shubuh

Supported by PPMI

💎MEMOTIVASI DIRI AGAR SENANTIASA ISTIQOMAH

  1. كانَ التَّابِعِيُّ أَبُو مُسْلِمٍ الْخَوْلَانِيُّ يَقُولُ لِنَفْسِهِ:
    “Salah seorang generasi Tabi’in Abu Muslim al-Khaulani biasa berkata kepada dirinya sendiri,”
  2. قُومِي فَوَاللهِ لَأَزْحَفَنَّ بِكِ زَحْفًا إِلَى اللهِ، حَتَّى يَكُونَ الْكَلَلُ مِنْكِ لَا مِنِّي؛
    “Bangkitlah! Demi Allah, aku akan menyeretmu menuju Allah dengan bersungguh-sungguh hingga kelemahan berasal darimu, bukan dariku.”
  3. فَإِذَا فَتَرَ وَكَلَّ وَتَعِبَ تَنَاوَلَ سَوْطَهُ وَضَرَبَ سَاقَهُ، ثُمَّ قَالَ:
    “Ketika ia merasa lemah, lelah, dan capek, ia mengambil cambuknya dan memukul kakinya, lalu berkata,”
  4. أُرِيدُ أَنْ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْتَأْثِرُوا بِهِ دُونَنَا؟
    “Apakah aku ingin para sahabat Muhammad ﷺ mendapatkan keutamaan itu tanpa kita?”
  5. كَلَّا وَاللهِ لَنُزَاحِمَنَّهُمْ عَلَيْهِ زِحَامًا حَتَّى يَعْلَمُوا أَنَّهُمْ خَلَّفُوا وَرَاءَهُمْ رِجَالًا.

“Tidak, demi Allah, kita akan bersaing dengan mereka (untuk mendapatkannya) hingga mereka tahu bahwa mereka meninggalkan generasi rijal (orang-orang yang benar-benar layak) !”

Pelajaran dari kisah ini adalah tentang semangat dan motivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, tanpa menyerah meskipun dihadapkan pada kesulitan fisik atau mental. Semoga bermanfaat! 😊✨

Artikel Lainnya

Oleh : Mamat

SIRKUS Batang 1

Oleh : Mamat

30 Januari 2020

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Продажа тяговых https://faamru.com аккумуляторных батарей для вилочных погрузчиков, ричтраков, электротележек и штабелеров. Решения для интенсивной складской работы: стабильная мощность, долгий ресурс, надёжная работа в сменном режиме, помощь с подбором АКБ по параметрам техники и оперативная поставка под задачу

Tinggalkan Komentar

Flag Counter