Visi Madrasah
Jumat, 27 Feb 2026
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
1 Februari 2025

Persatuan Bangsa

Sab, 1 Februari 2025 Dibaca 226x

By Muthia

Adapun dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya Kementrian Agama Jilid 9 pada halaman 420, menegaskan bahwa dalam ayat ini bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam ) dan seorang perempuan (Hawa) bercorak suku berkelainan bangsa dan mempunyai warna kulit yang berbeda tapi bukan untuk saling mencemooh, melainkan untuk saling mengenal dan tolong- menolong.

Dengan demikian , ayat ini merupakan virus-virus persatuan, penghambat persatuan, bahkan penghancur persatuan bangsa.

Saudara-saudara ku, apakah kita rela bangsa yang dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu kita, dengan genangan air mata, cucuran keringat, bahkan kocoran darah para syuhada ini, harus porak poranda hanya gara-gara kepentingan golongan ? tentu tidak ! ingat Rasulullah bersabda :

Artinya: “Bukan golongan kita, orang yang membangga-banggakan kesukuan, dan bukan golongan kita orang yang mati karena membela, mempertahankan dan memperjuangkan kesukuan”.

Oleh karena itu saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, kami

menghimbau untuk memperkokoh persatuan di antara kita, kita bina kebersamaan dan kita junjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal  lka  (United we stand divided we fall) bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Allah SWT mengisyaratkan kita semua untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta melarang bercerai-berai, sebagaimana di isyaratkannya didalam surah Ali-Imran 103

واعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝

Pada ayat ini Allah memerintah kaum mukmin menjaga persatuan dan kesatuan. Dan berpegangteguhlah serta berusahalah sekuat tenaga agar kamu semuanya bantu-membantu untuk menyatu pada tali (agama) Allah agar kamu tidak tergelincir dari agama tersebut.

Dan janganlah kamu bercerai berai, saling bermusuhan dan mendengki, karena semua itu akan menjadikan kamu lemah dan mudah dihancurkan. Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika mengeluarkan kamu dari kekufuran kepada keimanan dan menyatukan hati kalian dalam persaudaraan, padahal kamu dahulu pada ( masa jahiliyyah ) saling bermusuhan, saling membenci dan memerangi tiada henti dari generasi ke generasi, lalu Allah mempersatukan hatimu dengan harapan dan tujuan yang sama yaitu memperoleh rida Allah, sehingga dengan karuniany-Nya, yaitu agama islam, kamu menjadi bersaudara dalam satu keuarga Pada masa Jahiliah terjadi permusuhan selama ratusan tahun antara suku ‘Aus dan suku Khazraj.

Setelah datangnya Islam mereka dapat; bersatu dengan penuh persahabatan. Menyaksikan kenyataan tersebut orang-orang Yahudi merasa tidak senang dan menyuruh salah seorang diantara mereka meniupkan api perpecahan dengan menyebutk kejadian waktu Perang Bu’as. Meskipun kedua suku tersebut sempat terpancing dan hampir saja berperang, tetapi Nabi MUhammad berhasil mendamaikan mereka.

Demikian besar karunia Allah kepada kamu,; sedangkan (ketika itu) kamu sama sekali; tidak menyadari bahwa ketika kamu saling bermusuhan, susungguhnya kamu berada di tepi jurang neraka, karena hidup tanpa bimbingan wahyu, selalu terbakar api kebencian, kemarahan dan permusuhan bahkan berakibat pada pemunuhan, lalu dengan datangnya Islam Allah menyelamatkan kamu dari sana dan terciptalah kedamaian di antara kamu. Demikianlah, Allah secara terus menerus menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk secara terus-menerus; dan tetap bersatu padu dalam persaudaraan dan kekeluargaan.

Syehk Ismail Hakki al-barasowi dalam tafsirnya Ruhul Bayan jilid 5 halamN321 menjelaskan bahwa penyebab terjadinya tafaruq berpecah belah ialah “izkuntum a’da a ” apabila kamu berselisih.

Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin Assuyuti dalam tafsirnya Jalalein jilid 2 halaman 371 menjelaskan sesungguhnya perpecahan merupakan sebuah kebinasaan dan persatuan merupakan keselamatan.

Oleh karena itu, mulai detik ini kita Betulkan langkah, seragamkan gerak, satukan persepsi, Vahee vajan vahee vajan le gaya/ Yahmii nfs alwazn nfs alwazn/ The same weight carried the same “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”. Perbedaan jangan menimbulkan perpecahan tapi dengan perbedaan harus saling menghargai dan melengkapi.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan syarat yang paling utama untuk membangun bangsa, dalam memandang pentingnya merajut kebersamaan, merawat keberagaman dan merangkai persatuan. Dengan memantapkan ukhuwah wathaniyah . Apabila upaya ini kita lakukan, kami yakin bangsa kita akan jaya dengan keragamaan Aamiin aamiin ya rabbal `aalamin.

Demikianlah syarahan Qur’an yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, kepada Allah kami mohon ampun.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Flag Counter