Visi Madrasah
Rabu, 21 Jan 2026
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
  • Membetuk Generasi yang memiliki karakter Spiritual (Agamis), Mandiri & berprestasi, Adaptif terhadap teknologi, Ramah anak, dan Tanggap terhadap lingkungan.
1 Februari 2025

MIRAJ NABI MUHAMMAD SAW BERTEMU DENGAN SEMUA RASUL ULUL AZMI KECUALI NABI NUH AS, MENGAPA DEMIKIAN??

Sab, 1 Februari 2025 Dibaca 373x

By Nurul

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada 27 Rajab tahun ke 12 kenabian. Umumnya Isra Mi’raj dikenal dengan perjalanan malam yang tidak dapat diterima dengan akal dan logika. Tetapi umat Muslim meyakini dan mempercayai atas dasar keimanan kepada Rasulullah Saw yang juga merupakan Rukun Iman ke 4.

Secara singkat proses perjalanan malam itu bermula pada saat Rasulullah Saw sedang berada di Masjidil Haram, Mekkah. Malaikat Jibril As mendatangi nabi yang pada saat itu sedang bersandar di Al-Hathim. Sebelum melakukan perjalanan malam, malaikat Jibril As melakukan pembedahan terhadap nabi Muhammad Saw. Dibedahnya dada nabi dari bawah leher hingga sebelum pusar. Malaikat Jibril membersihkan hati nabi dengan air zam-zam dan memberikan cap kenabian didalam wadah emas yang diambilkan oleh malaikat Mikail. Setelahnya dada nabi kembali dirapatkan seperti semula.

Isra dimulai ketika Rasulullah Saw dan malaikat Jibril As menaiki Buroq yang ukurannya lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari Bighal (hewan hasil persilangan antara kuda betina dan keledai jantan). Rasulullah Saw dan malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam waktu yang sangat cepat.

Di Masjidil Aqsa Rasul melaksanakan shalat dua rakaat yang diikuti oleh seluruh para nabi dan Rasul juga para Malaikat. Sehingga itulah salah satu penyebab tanah sekitar Masjidil Aqsa mejadi tanah yang suci dan istimewa.

Setelah transit di Masjidil Aqsa dan melaksanakan shalat, Rasulullah dan malaikat Jibril melanjutkan perjalanan yang disebut Mi’raj. Yakni perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Di dalam perjalannya menuju Sidratul Muntaha, setiap langit yang Rasulullah lewati ditunggu oleh para nabi dan Rasul, yakni: langit pertama oleh nabi Adam As, langit kedua oleh nabi Yahya dan nabi Isa As, langit ketiga Rasulullah bertemu dengan nabi Yusuf As, langit keempat bertemu dengan nabi Idris As, langit kelima bertemu dengan nabi Harun As, kemudian dilangit keenam bertemu dengan nabi Musa As yang memerintahkan Rasulullah untuk meringkas perintah shalat yang semula 50 waktu menjadi 5 waktu. Dan yang terakhir dilangit ketujuh Rasulullah bertemu dengan nabi Ibrahim As yang pada saat itu sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur yang merupakan tempat beribadah para Malaikat yang teletak dilangit ketujuh.

Diantara ketujuh langit yang Rasulullah singgahi dalam perjalanan Mi’raj, terdapat tiga Rasul Ulul Azmi yang Rasulullah jumpai, yaitu Nabi Isa, Musa, dan Ibrahim As. Dari kelima Rasul Ulul Azmi termasuk Rasulullah Saw beliau hanya tidak bertemu dengan Nabi Nuh As yang merupakan salah satu dari Rasul Ulul Azmi. Mengapa Rasulullah tidak bertemu dengan Nabi Nuh As, sedangkan dengan Rasul lainnya bertemu?

Hal ini sebetulnya tidak banyak disinggung atau dibicarakan, namun jika kita mengupas lebih dalam tentu bisa jadi sumber pengetahuan dan wawasan kita sebagai umat Muslim yang mengimani Peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah Saw.

Menurut Ustadz Rasyid dan Ustadz Rasyim, dewan asatidz Pondok Pesantren Miftahul Jannah MAN 3 Kuningan, menjelaskan bahwa tidak bertemunya Rasulullah dengan Nabi Nuh As itu karena berdasarkan atas kehendak Allah untuk tidak mempertemukan keduanya, juga tidak ada riwayat yang menjelaskan alasan atau penyebab tidak bertemunya Rasulullah dengan Nabi Nuh. Selain itu, karena semua yang terdapat pada peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhmmad Saw bersifat Ta’abbudi (bersifat keyakinan) yakni cukup bagi kita untuk percaya dan yakin serta mengimani bahwa semuanya atas kehendak Allah SWT. “Tidak semua urusan agama itu besifat Ta’aqquli (bersifat masuk akal/dapat dilogikakan). Ulul Azmi itu Rasul yang memiliki kesabaran luar biasa dalam menghadapi umat serta ujian dalam berdakwah, adapun Rasul yang menjaga langit-langit itu tidak ada keterkaitan dengan Rasul Ulul Azmi.” Tegas Ustadz Rasyim diakhir jawaban.

Menurut Ustadz Mamat Rahmat, Lc. Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Jannah MAN 3 Kuningan menjelaskan “Secara global sepertinya ada perbedaan pandangan antara Nabi Muhammad Saw dan nabi Nuh As. Dan sepertinya perbedaan itulah yang menjadi penyebab tidak bertemunya Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Nuh As. Kalo nabi Muhammad Saw memiliki pandangan sama seperti nabi Musa As, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan dalam hidup disamping berdo’a dan menyerahkan pada Allah Swt disertai dengan usaha. Berbeda dengan Nabi Nuh As, Nabi Nuh memiliki pandangan kalau sudah seperti itu takdirnya maka seperti itu adanya.” Jelas ustadz Mamat dalam obrolan mengenai permasalahan ini.

“Saat nabi Muhammad Saw ditawari untuk berdo’a kepada Allah ketika menghadapi ujian, Rasulullah Saw memilih untuk Syafi’an Li Ummati yakni menyimpan do’anya untuk menjadi syafaat bagi umat-nya kelak di akhirat. Berbeda dengan nabi Nuh As, beliau memilih untuk tidak menyimpan do’anya karena memiliki pandangan bahwa segala amal perbuatan yang dilaksanakan di akhirat itu tidak akan diterima oleh Allah Swt. Adapun alasan Rasulullah menyimpan do’a untuk umatnya karena Rasulullah memiliki pandangan bahwa Tuhan-nya di dunia yang Maha Mengabulkan segala do’a itu sama dengan Tuhan-nya di akhirat, yakni Allah Swt.” Tambah Ustadz Mamat di akhir obrolan.

Kesimpulan berdasarkan pendapat dari para asatidz diatas, tidak bertemunya nabi Muhammad Saw dengan Nabi Nuh As saat Isra Mi’raj itu tidak ada kaitannya dengan Rasul Ulul Azmi, adapun perbedaan pandangan antara keduanya belum tentu ada keterkaitan dengan peristiwa Isra Miraj ini. Yang sudah pasti ialah, segala sesuatu yang terjadi di malam yang agung itu semua atas kehendak Allah Swt, karena tidak semua urusan agama itu berisfat masuk akal dan dapat dipertanyakan (Ta’aqquli), ada kalanya kita sebagai umat Muslim hanya wajib untuk percaya dan mengimani tanpa mempertanyakan segalanya. Wallahu’alam bi showab…

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Продажа тяговых https://faamru.com аккумуляторных батарей для вилочных погрузчиков, ричтраков, электротележек и штабелеров. Решения для интенсивной складской работы: стабильная мощность, долгий ресурс, надёжная работа в сменном режиме, помощь с подбором АКБ по параметрам техники и оперативная поставка под задачу

Tinggalkan Komentar

Flag Counter